Awalnya, kami malu...

Malu, soalnya...

Kami benar-benar kehabisan ide.

Jadi, Ardhi mengusulkan,

'Gimana kalau nama penerbitnya Alvi Ardhi Publishing?'

To be honest with you, awalnya, ini terdengar cringe.

Tapi, kayak...

You guys have known us well, dan mencari nama baru menuntut kami untuk memperkenalkan 'another new thing with another name'. Jadi, ya, udah, aku, Alvi, gue, Ardhi, and this is our publishing.

Dan, kami berkomitmen untuk menciptakan buku yang... terasa seperti teman lama, yang berbicara, mengupas luka lama, menemani hari-hari gelapmu, sampai nanti... kamu tiba di hari-hari terang lagi. :)